Selasa, 24 Mei 2011

Nokia Morph, Konsep Ponsel Segala Bentuk

New York - Nokia memperkenalkan Morph, sebuah konsep perangkat mobile masa depan. Dengan inovasi Morph, ponsel akan cukup fleksibel untuk ditransformasi menjadi berbagai macam bentuk yang berbeda.

Morph yang dirancang Nokia bersama University of Cambridge ini berbasis teknologi nano. Menurut Nokia, Morph terbuat dari materi yang fleksibel sehingga perangkat mobile bisa ditekuk atau direnggangkan menjadi bentuk yang diinginkan. Misalnya, pemakai bisa mengubah bentuk ponsel biasa menjadi bentuk jam tangan.

Tak hanya itu, teknologi ini memungkinkan pemakaian energi matahari sebagai sumber daya, mampu mengusir kotoran secara mandiri serta penerapan sensor lingkungan. Ide sensor lingkungan ini tercakup dalam Eco Sensor Concept Nokia, untuk menjadikan perangkat mobile mampu menganalisis kesehatan pemakai dan kondisi lingkungan sekitar.

"Nokia Research Center mencari cara untuk membentuk ulang bentuk dan fungsi perangkat mobile. Konsep Morph menunjukkan apa yang mungkin bisa dilakukan," kata Bob Iannucci, Chief Technologi Officer Nokia, seperti dikutip detikINET dari InformationWeek, Selasa (26/2/2008).

Namun sayangnya, Morph kemungkinan baru bisa diterapkan dalam kurun waktu sekitar 7 tahun lagi untuk ponsel kelas atas. Nokia mengklaim, pada akhirnya teknologi nano yang dipakai di Morph bisa diterapkan dengan ongkos rendah pada berbagai produk ponsel masa depan.

sumber : google.com

RESMI: FIFA Tidak Akui Kepengurusan PSSI

Federasi sepakbola internasional itu membentuk komite normalisasi untuk menjalankan kongres.



4 Apr 2011 23:03:00


Nurdin Halid, Nugraha Besoes - PSSI dalam satu bus bersama Sepp Blatter - FIFA (Dok. GOAL.com)

Terkait

Tim

Kegagalan menggelar kongres komite pemilihan dan komite banding di Pekanbaru pada 26 Maret lalu, serta tidak berhasil mengendalikan Liga Primer Indonesia [LPI] membuat FIFA tak mengakui lagi kepemimpinan Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI.

Dilansir laman resmi FIFA, berdasarkan hasil rapat Komite Darurat FIFA di Zurich, Swiss, pada 1 April, diputuskan, sesuai dengan statuta FIFA artikel 7 pasal 2, komite normalisasi akan mengambil alih peran komite eksekutif [Exco] PSSI.

Komite Darurat FIFA menganggap pemimpin PSSI sudah tidak mengendalikan persepakbolaan Indonesia dengan salah satu bukti masih adanya LPI, yang didirikan tanpa keterlibatan PSSI.

Selain itu, kegagalan menggelar kongres komite pemilihan dan komite banding di Pekanbaru pada 26 Maret lalu yang mengadopsi electoral code, dan memilih komite pemilihan menjadi salah satu pertimbangan.

“Karena itu, Komite Darurat FIFA mengambil kesimpulan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Nurdin telah kehilangan kredibilitas, dan tidak berada dalam posisinya lagi untuk memecahkan krisis yang terjadi. Semua tugas Exco diambil alih Komite Normalisasi,” demikian dilansir laman FIFA.

Ada tiga tugas Komite Normalisasi yang telah ditetapkan Komite Darurat. Tugas itu adalah menggelar kongres berdasarkan electoral code FIFA dan Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011, kemudian mengambil alih LPI di bawah kendali PSSI atau menghentikan kompetisi tersebut secepat mungkin.

Tugas ketiga Komite Normalisasi adalah mengendalikan kegiatan PSSI dengan spirit rekonsiliasi untuk perbaikan sepakbola Indonesia.

Komite Normalisasi ini terdiri dari pihak-pihak di persepakbolaan Indonesia yang tidak terlibat di PSSI. Komite Normalisasi ini juga bertindak sebagai Komite Pemilihan. Komite Darurat FIFA juga memastikan keempat calon ketua umum PSSI yang ditolak Komite Banding pada 28 Februari lalu, tidak bisa dicalonkan lagi.

Seperti diketahui, keempat calon yang telah ditolak Komite Banding beberapa waktu lalu adalah Nurdin Halid, Nirwan D Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

sumber : google.com
 

anggi_blog Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo